Monday, April 29, 2013

Kebudayaan Masyarakat Jepang


BAB I
PENDAHULUAN

Jepang merupakan Negara yang di juluki Negara Matahari dan Negara Bunga Sakura, mengapa demikian? Karena di Negara jepang mayoritas beragama Shinto yang menyembah matahari sehingga disebut Negara Matahari, sedangkan julukan Negara Bunga Sakura di berikan karena banyak bunga sakura yang tumbuh di tanah jepang. Dari zaman jomon sampai zaman hesei sekarang, orang jepang mampu melestarikan kebudayaannya sendiri.
Jepang yang mempunyai kebudayaan yang unik membuat Negara Bunga Sakura itu banyak di kenal masyarakat dunia salah satunya Indonesia, kebudayaan jepang yang sampai saat ini masih dilakukan dalam berbagai kesempatan misalkan perayaan hanami, dikarenakan masyarakat jepang mencintai kebudayaannya sendiri dan ingin menjaganya.
Kebudayaan Jepang telah banyak berubah dari tahun ke tahun, dari kebudayaan asli negara ini Jomon, sampai kebudayaan kini, yang mengkombinasikan pengaruh Asia, Eropa dan Amerika Utara. Setelah beberapa gelombang imigrasi dari benua lainnya dan sekitar kepulauan Pasifik, diikuti dengan masuknya Kebudayaan Tiongkok, penduduk Jepang mengalami periode panjang isolasi dari dunia luar dibawah Shogunat Tokugawa sampai datangnya "The Black Ship" dan era Meiji. Sebagai hasil, kebudayaan Jepang berbeda dari kebudayaan Asia lainnya.







BAB II
PEMBAHASAN

          Jepang adalah salah satu negara maju yang ada di dunia. Jepang juga merupakan salah satu negara yang mempunyai teknologi-teknologi yang sangat mengesankan. Tidak hanya unggul dalam teknologi tapi jepang juga mempunyai banyak budaya yang menarik, beberapa diantaranya :
1. Perayaan Hanami
         
Hanami (hana wo miru = melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan- makan di bawah pohon sakura.
            Rombongan demi rombongan berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk di bawah pepohonan sakura untuk bergembira bersama, minum sake, makan makanan khas Jepang, dan lain-lain layaknya pesta kebun. Semuanya bergembira. Ada kelompok keluarga, ada kelompok perusahaan, organisasi, sekolah dan lain-lain.

2. Samurai
            Dalam budaya Jepang, istilah samurai pada awalnya digunakan untuk menyebut orang yang mengabdi kepada bangsawan. Berawal dari kata "saburau" yang populer pada zaman Nara (710-784), yang pengucapannya bergeser menjadi saburai.
            Pada zaman Kamamura abad ke-12 dalam budaya Jepang, arti kata saburai bersisian dengan "bushi", yang berarti orang yang dipersenjatai. Kata saburai berubah menjadi samurai pada zaman Azuchi Momoyama (1573-1600) dan awal zaman Edo (1603), yang memiliki arti "orang yang mengabdi" . Samurai yang kehilangan tuannya menjadi sekelompok samurai liar yang disebut dengan istilah ronin.
            Samurai memiliki posisi unik dalam struktur kekuasaan Jepang masa lalu. Berawal dari kekacauan politik akibat pajak yang berat memicu pemberontakan di banyak tempat, penjarahan terhadap tuan tanah, memkasa mereka mempersenjatai keluarga dan para petani dari sini nanti lahir kelas samurai dalam budaya Jepang.


 3. Baju Tradisional Jepang
            Baju tradisional jepang adalah kimono, Kimono wanita ini di bagi menjadi beberapa macam diantaranya adalah:
·         Kurotomesode
            adalah jenis kimono yang paling formal untuk wanita yang sudah menikah dan berwarna hitam. Pakaian ini digunakan untuk menghadiri resepsi pernikahan dan acara resmi lainnya. Ciri khas kurotomesode adalah bermotif indah pada bagian bawah sekitar kaki depan dan belakang. Ada lambang keluarga yang terletak pada tiga sisi yaitu punggung, dada bagian atas kanan dan kiri, dan bagian belakang lengan.







·         Irotomesode
            adalah jenis kimono yang dipakai oleh wanita dewasa yang sudah/belum menikah. Pemilihan motif lambang dapat disesuaikan dengan jenis acaranya. Kimono irotomesode dipakai untuk menghadiri acara yang tidak memperbolehkan tamu untuk datang memakai kuritimesode, misalnya resepsi di istana kaisar.









·          Furisode
            adalah kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah. Bahannya berwarna cerah dengan motif yang mencolok diseluruh bagian kain. Ciri furisode adalah bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Pakaian ini digunakan saat menghadiri upacara seijin shiki, resepsi pernikahan teman, upacara wisuda atau hatsumode.







·          Homongi
            adalah kimono formal untuk wanita yang sudah menikah atau wanita dewasa yang belum menikah. Homongi dikenakan wanita yang sudah menikah untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta-pesta resmi, Tahun baru, atau upacara minum teh.








·          Iromuji
            adalah kimono semiformal, tetapi bisa dijadikan kimono formal bila iromuji memiliki lambang keluarga(kamon). Iromuji terbuat dari bahan yang berwarna lembut seperti pink, biru muda, atau kuning dan warna lembut lainnya. Iromuji dapat digunakan pada acara pernikahan jika jumlah lambang keluarga ada lima. Tetapi jika hanya satu, pakaian ini dapat digunakan saat acara minum teh.







·         Tsukesage
            adalah kimono semi-formal yang digunakan oleh wanita yang sudah/belum menikah. Kimono jenis ini tidak memiliki lambang keluarga dan diperbolehkan untuk menghadiri upacara minum teh yang tidak begitu resmi atau perayaan tahun baru.









·         Komon
            adalah kimono santai untuk wanita yang sudah/belum menikah. Ciri khas kimono jenis ini adalah bermotif sederhana dan berukuran kecil-kecil yang berulang. Komon dikenakan untuk menghadiri pesta reuni, makan malam, bertemu dengan teman atau menonton pertunjukan digedung.









·         Tsumugi
            adalah kimono yang dipakai untuk bersantai di rumah dan dapat digunakan untuk wanita yang sudah/belum menikah. Kimono jenis ini dapat digunakan saat keluar rumah seperti berbelanja atau berjalan-jalan. Bahan yang digunakan adalah katun ataupun sutra kelas rendah yang tebal dan kasar.








·         Yukata
             adalah kimono yang dipakai saat musim panas. Bahannya terbuat dari kain katun yang tipis tanpa pelapis.










4. Kebudayaan Modern Jepang
·         Harajuku Style
Harajuku style adalah induk dari seluruh fashion unik Jepang saat ini. Berpusat pada area sekitar stasiun kereta api Harajuku, banyak generasi muda Jepang menampilkan fashion unik yang berbeda dan tetap trendy. Seakan kawasan Harajuku menjadi catwalk raksasa dan pusat perhatian dunia.
Bahkan kini fashion Harajuku sudah memiliki begitu banyak produk dan clothing brand yang sampai dijual di Eropa dan Amerika Serikat. Pakaian, tata rambut sampai make up yang berbeda, membuat Harajuku style semakin popular.






·         Dekotora
Dikenal dengan nama Dekotora (kombinasi kata bahasa inggris ‘decoration’ dan ‘truck’), mereka membuat truk dihiasi lampus sampai kotak-kotak desain super rumit. Tata cahaya terang, terutama di malam hari pasti membuat Dekotora menjadi bahan perhatian.


·         Gyaru
Berasal dari kata bahasa inggris, ‘gal’, gyaru adalah mereka gadis-gadis muda yang mewarnai rambut mereka dengan nuansa perak dan pirang serta make up yang memberikan kesan kulit lebih gelap namun colorful









·         Lolita
Memakai rok, gaun dengan kerah tinggi, topi dan paying berbulu adalah salah satu ciri khas style Lolita. Seakan sekumpulan gadis ini adalah lulusan sekolah sutradara film Tim Burton dari jaman Victoria.
Style Lolita kini bahkan sudah berkembang ke Gothic Lolita, masih dengan rok-rok lebar, hanya Gothic Lolita dominan warna hitam. Style Lolita timbul dari penolakan para gadis di Jepang di mana para pria berpikir bahwa gadis cantik itu harus berpakaian super seksi. Sehingga Lolita lebih mengedepankan pakaian anggun dan kesan cute dari trend fashion 200 tahun lalu.




·         Male Hosts
jika Gyaru style lebih dipakai kalangan perempuan, maka Gyaruo style dipilih oleh generasi muda pria di Jepang. Memakai pakaian mahal, parfum mahal, dan tata rambut ala eksekutif muda, Gyaruo identik dengan pria muda yang menghabiskan waktu di klub bersama perempuan lebih tua.







·         Visual Kei
Jika Korea Selatan memiliki style K-Pop yang imut dan manis, maka Jepang memiliki Visual Kei yang begitu keren. Visual Kei dianggap banyak orang sebagai gerakan dari musisi rock Jepang (JRock) yang tampil dengan kostum, make up, tata rambut eksentrik yang terkadang berkesan androgini.
Visual Kei telah mempengaruhi gaya busana di kawasan Harajuku, terutama bagi mereka yang berkumpul di Jingu Bashi (jembatan yang menghubungkan Harajuku dengan Meiji Shrine). Salah satu band pengusung Visual Kei paling populer di dunia adalah L’Arc~en~Ciel.

     Cosplay

Cosplay merupakan singkatan dari Costume Play. Salah satu subkultur Harajuku yang berpakaian ala karakter manga, anime, dan game di Jepang. Di kawasan Akihabara, Tokyo, bahkan ada cafe Cosplay tempat berkumpul penggemar style ini.
Bahkan kini event Cosplay juga sudah diapresiasi sampai di luar negeri. Toko-toko penjual aksesoris Cosplay juga bisa kita temukan di berbagai daerah modern. Mereka yang berpakaian Cosplay seakan karakter yang timbul langsung dari anime.









     Origami
Origami berasal dari kata ori yang berarti “lipat”, dan kami yang berarti “kertas” merupakan seni tradisional melipat kertas yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian yang modern.
Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.
Secara umum untuk membuat origami kita bisa menggunakan kertas biasa namun kebanyakan origami di Jepang menggunakan kertas khusus untuk origami. Perbedaan antara kertas biasa dan kertas origami hanyalah dari segi design dan warna saja yang sangat beragam sehingga membuat origami menjadi semakin indah dan sama sekali tidak berhubungan dengan teknik seperti lipatan kertas menjadi lebih mudah dan sebagainya.













BAB III
PENUTUP

Selain kebudayaan-kebudayaan yang telah disebutkan diatas tadi, masih banyak lagi kebudayaan-kebudayaan Jepang lainnya. Meskipun Jepang telah menjadi negara maju dan kebudayaan-kebudayaannya telah banyak berubah, namun jepang masih tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaannya dan bahkan juga memperkenalkan kebudayaan mereka ke dunia.
Diharapkan tentunya Indonesia juga mampu mempertahankan kebudayaan-kebudayaannya dan mungkin juga memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang banyak jumlahnya kepada dunia. Agar seluruh dunia tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan menjadikan budaya Indonesia tetap lestari.















DAFTAR PUSTAKA
·         http://sadli-future.blogspot.com/2010/10/kebudayaan-jepang-jepang-merupakan.html
·         http://id.wikipedia.org/wiki/Jomon
·         http://www.anneahira.com/budaya-jepang.htm
·         http://suswidyanti.blogspot.com/2013/04/model-pakaian-tradisional-jepang.html
·         http://notrandomanymore.wordpress.com/2011/06/16/perayaan-hanami/
·         http://nikicrystall.wordpress.com/mengenal-seni-melipat-kertas-jepang-atau-origami-kajian-dalam-perspektif-budaya/
·         http://makinseru.com/kebudayaan-jepang-yang-paling-unik-dan-gila-tertarik/#



No comments:

Post a Comment

Followers